Retret Mini Ala Thariq Modanggu: Menyulam Visi, Merajut Sinergi Birokrasi Gorut

Tamrin Sirajudin

nonetalk.co.id GORONTALO UTARA – Dalam langkah strategis yang tak biasa, Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, menginisiasi sebuah terobosan kebijakan yang tergolong baru dan inspiratif: pelaksanaan Mini Retret selama dua hari penuh, mulai 3 hingga 4 Juli 2025, yang dipusatkan di Blok Plan Kantor Bupati Gorut. Kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin atau sekedar rapat koordinasi, melainkan sebuah forum refleksi, penguatan karakter, dan penyelarasan visi antara pusat, provinsi, dan daerah demi peningkatan kualitas birokrasi dan efektivitas pembangunan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Tamrin Sirajudin, yang turut memberikan penjelasan pada Rabu (2/7/2025), menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan yang pertama di Indonesia. “Retret ini adalah ide hebat dan berani yang digagas langsung oleh Bupati Gorut. Sebuah langkah penting untuk menciptakan kolaborasi lintas sektor dan penguatan internal pejabat birokrasi dalam menghadapi tantangan pembangunan modern,” ungkapnya.

Dalam surat bernomor 100/Bupati/120/2025 yang ditandatangani langsung oleh Bupati dan bersifat penting, dijelaskan bahwa Mini Retret ini bertujuan untuk:

  1. Progressive Character Building
    Membentuk dan membangun karakter ASN serta pejabat pemerintahan yang tangguh, progresif, dan adaptif terhadap dinamika zaman.

  2. Penyelarasan Visi Nasional dan Daerah
    Memastikan setiap program dan kebijakan daerah tetap dalam koridor prioritas pembangunan nasional, sekaligus mencerminkan kebutuhan dan karakteristik lokal Gorut.

  3. Transformasi Birokrasi dan Tata Kelola Inovatif
    Mendorong birokrasi yang lincah, terbuka terhadap inovasi, serta efisien dalam pelayanan publik.

  4. Pemantapan Agenda 100 Hari Pemerintahan
    Mengevaluasi dan memperkuat capaian program-program prioritas dalam 100 hari pertama pemerintahan.

Sinergi Spiritual dan Struktural

Meski memakai istilah “retret” yang identik dengan perenungan spiritual, Mini Retret yang digagas Thariq Modanggu justru menjadi ruang kontemplasi birokrasi. Di sini para pemangku kepentingan diminta untuk tidak hanya menjalankan tugas secara administratif, tetapi juga menanamkan nilai-nilai pengabdian, integritas, dan pelayanan publik yang tulus.

Tidak sekadar duduk mendengar ceramah, kegiatan ini dirancang dengan pola dialog, diskusi terbuka, penyampaian visi lintas sektor, serta refleksi bersama mengenai arah pembangunan Gorontalo Utara ke depan.

Langkah Bupati ini sekaligus menunjukkan model kepemimpinan yang berani menempuh jalur out of the box, membawa pendekatan spiritualitas dan reflektif ke dalam dunia birokrasi. Pendekatan ini diyakini akan mampu melahirkan pejabat yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki kesadaran etis dan komitmen moral yang kuat terhadap masyarakat.

Mini Retret ini juga mencerminkan kepemimpinan Bupati Thariq Modanggu yang inklusif dan transformatif. Ia tidak sekadar menjadi pengambil keputusan, melainkan fasilitator perubahan, sekaligus inspirator bagi jajarannya.

Dengan semangat kolaboratif dan integratif, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi model replikasi bagi daerah lain yang ingin mendorong reformasi birokrasi yang lebih mendalam – berbasis nilai, bukan sekadar regulasi, tutup Tamrin Sirajudin. (Rdk/Ca’Nang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *