GORONTALO – Korem 133/Nani Wartabone menegaskan komitmennya dalam menjaga kesiapan tempur dan stabilitas fisik prajurit melalui pendekatan disiplin kesehatan yang terstruktur. Hal ini tercermin dalam kegiatan Penyuluhan dan Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) yang dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Personel (Kasipers) Kasrem 133/NW, Kolonel Kav Peddy Adi Prasetyo, S.Sos., di Aula Kusno Danupoyo Makorem 133/NW, Jumat (10/4/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan bagian dari sistem pembinaan personel yang terukur dan berkelanjutan. Melibatkan tim medis dari Rumah Sakit Tingkat IV dr. Eddy Kounang Gorontalo, agenda ini mengintegrasikan edukasi kesehatan dengan skrining medis komprehensif bagi seluruh prajurit serta anggota Persit KCK Koorcab Rem 133 PD XIII/Merdeka.
Standarisasi Kesiapan: Kesehatan Sebagai Pilar Utama
Dalam amanat tertulis Danrem 133/NW yang dibacakan Kasipers, ditegaskan bahwa kesehatan personel adalah variabel krusial dalam menjaga kesiapan operasional satuan. Tidak ada ruang bagi kelalaian dalam aspek ini.
Prajurit tidak hanya dituntut siap secara taktis dan teknis, tetapi juga wajib menjaga kondisi fisik melalui pola hidup sehat yang disiplin—mulai dari pengaturan nutrisi, olahraga rutin, hingga pengendalian faktor risiko penyakit.
“Ilmu kesehatan yang diberikan harus menjadi praktik harian, bukan sekadar pengetahuan. Disiplin menjaga tubuh adalah bagian dari disiplin militer itu sendiri,” tegas Kasipers.
Deteksi Dini: Strategi Pencegahan, Bukan Reaksi
Penekanan utama kegiatan ini terletak pada deteksi dini. Korem 133/NW mendorong perubahan paradigma—dari penanganan reaktif menjadi pencegahan proaktif.
Melalui pemeriksaan seperti:
- Tekanan darah (tensi)
- Kadar gula darah
- Konsultasi medis langsung
setiap potensi gangguan kesehatan dapat diidentifikasi sejak tahap awal, sebelum berkembang menjadi penyakit kronis yang berisiko mengganggu kesiapan tugas.
Pesan yang disampaikan jelas dan tegas:
mengabaikan kesehatan adalah bentuk pelanggaran terhadap kesiapan diri sebagai prajurit.
Keluarga Sehat, Prajurit Kuat
Kegiatan ini juga menempatkan keluarga sebagai bagian integral dari sistem pertahanan personal prajurit. Keterlibatan Persit bukan formalitas, melainkan strategi pembinaan lingkungan keluarga yang sehat dan suportif.
Danrem menekankan bahwa menjaga kesehatan keluarga sama pentingnya dengan menjaga kesiapan individu. Stabilitas rumah tangga berkontribusi langsung terhadap fokus dan performa prajurit di lapangan.
“Sayangi diri dan keluarga. Lakukan langkah pencegahan sebelum sakit datang. Manfaatkan fasilitas ini secara maksimal,” demikian amanat yang disampaikan.
Langkah Preventif Menuju Profesionalisme Optimal
Dengan pelaksanaan Rikkes ini, Korem 133/NW memperkuat standar profesionalisme berbasis kesehatan. Targetnya jelas:
menekan risiko penyakit kronis, meningkatkan daya tahan tubuh, dan memastikan setiap prajurit berada dalam kondisi optimal saat menjalankan tugas negara.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa disiplin militer tidak hanya diukur dari kepatuhan terhadap perintah, tetapi juga dari kesadaran menjaga kesehatan sebagai aset utama dalam pengabdian.












