. Gorontalo Utara – Roy Ahmad, seorang pemerhati sosial di Kabupaten Gorontalo Utara, tidak ragu mengkritik keras keberadaan Forum CSR Daerah yang dinilainya hampir tidak ada kontribusi nyata bagi masyarakat. Menurut Roy, Forum CSR seharusnya menjadi wadah penting dalam menciptakan sinergi antara sektor dunia usaha, lembaga sosial, pemerintah, dan masyarakat dalam upaya percepatan pembangunan daerah dan kesejahteraan sosial yang berkeadilan. Namun, kenyataannya forum ini cenderung absen saat dibutuhkan.
“Forum CSR Daerah ini hampir tidak pernah terlihat. Keberadaannya baru terasa saat ada bantuan mobil yang diserahkan ke pemerintah daerah. Selain itu, masyarakat tidak tahu ke mana uang CSR itu mengalir. Ini sudah sangat mengkhawatirkan, karena dana yang sebenarnya bisa digunakan untuk program-program kesejahteraan, justru tidak jelas peruntukannya,” kritik Roy dengan tajam.
Menurut Roy, Forum CSR Daerah seharusnya menjalankan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) secara konkret dan terukur, bukan sekadar untuk pencitraan. Ia menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan besar di Gorontalo Utara, yang memperoleh keuntungan besar, harus lebih peduli terhadap kesejahteraan masyarakat dan kondisi sosial di sekitar mereka, terutama dalam situasi bencana alam yang sering melanda daerah ini.
“Dana CSR yang seharusnya dipergunakan untuk mendukung program sosial dan kemanusiaan malah terkesan sia-sia. Bagaimana bisa perusahaan yang memiliki laba besar, tidak memiliki perhatian terhadap bencana yang merenggut nyawa dan harta benda masyarakat? Di saat seperti ini, peran mereka seharusnya lebih terlihat,” ujar Roy.
Roy menambahkan bahwa pemda juga memiliki tanggung jawab untuk mengatur alokasi dana CSR ini dengan bijak. Ia mendesak agar Pemda Gorut segera bertindak untuk memastikan bahwa dana CSR digunakan untuk program-program yang benar-benar bermanfaat, seperti penanggulangan bencana dan pembangunan sosial.
“Pemda Gorut harus tegas mengatur dan mengelola dana CSR ini untuk program yang nyata, bukan untuk kepentingan pribadi atau pencitraan belaka. Kalau Forum CSR Daerah tidak bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, sudah saatnya diganti. Kami butuh pengurus yang berkomitmen, bukan sekadar ada tapi tidak memberi solusi,” tegas Roy.
Kritik keras Roy ini semakin menguatkan desakan agar Pemerintah Daerah, khususnya Pj. Bupati dan Sekda Gorontalo Utara, segera mengevaluasi kinerja Forum CSR Daerah. “Jangan biarkan pengurus yang tidak mampu bekerja dengan baik terus mempertahankan posisinya. Tidak ada gunanya forum ini ada kalau tidak bisa membawa perubahan positif untuk daerah,” pungkas Roy.
Bagi Roy, saatnya CSR benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan hanya menjadi jargon kosong yang tidak berguna. Pemerintah, perusahaan, dan masyarakat harus bergotong royong untuk memperbaiki kondisi daerah dan meningkatkan kualitas hidup warga Gorontalo Utara. (BYP)












