GORONTALO UTARA — Ada yang berbeda dari perayaan HUT ke-2 BLUD RSUD Zainal Umar Sidiki (ZUS) Gorontalo Utara tahun ini. Jika biasanya para pegawai terlihat serius menjalankan tugas di rumah sakit, kali ini mereka berubah menjadi “atlet dadakan” yang memancing gelak tawa di arena lomba hadang.
Permainan yang menuntut kelincahan itu justru menghadirkan adegan-adegan tak terduga karena pesertanya—baik pria maupun wanita—sudah tidak lagi secepat dan selentur masa muda. Mereka berlari mengejar dan menghadang lawan dengan semangat tinggi, namun langkah yang kadang kaku, lompatan setengah matang, hingga momen jatuh berjamaah membuat suasana semakin riuh.
Beberapa peserta bahkan tampil dengan pakaian dinas lengkap, karena langsung turun dari ruang kerja tanpa sempat berganti. Pemandangan pegawai rumah sakit berlari dengan celana kain, sepatu formal, hingga identitas dinas yang masih menempel membuat arena berubah menjadi panggung hiburan spontan.
Sorakan dan tawa pecah setiap kali ada aksi kocak—mulai dari peserta yang terpelanting karena kehilangan keseimbangan, hingga yang berusaha menghadang tapi justru terpental sendiri. Meski demikian, semangat kebersamaan dan sportivitas menjadi nilai utama yang terlihat kuat sepanjang perlombaan.
Lomba hadang ini bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi ajang untuk melepas stres, membangun kedekatan antarsesama pegawai, dan menghadirkan keceriaan di tengah rutinitas pelayanan kesehatan. Momen-momen lucu yang terjadi menjadi cerita baru yang menghiasi perayaan HUT BLUD RSUD ZUS tahun ini, membuktikan bahwa tawa adalah obat paling ampuh yang bisa menyatukan semua orang. ###












