GORONTALO – Komitmen TNI untuk hadir di tengah-tengah masyarakat tak hanya diwujudkan melalui operasi militer dan pengamanan wilayah, tetapi juga lewat pembinaan karakter generasi muda. Hal ini tampak jelas dari kehadiran Komandan Korem (Danrem) 133/Nani Wartabone, Brigjen TNI Hardo Sihotang, dalam Upacara Pembukaan Perkemahan Antar Satuan Karya (Peran Saka) Nasional Tahun 2025, yang digelar di Bumi Perkemahan Bongohulawa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Senin (3/11/2025).
Kegiatan yang mengangkat tema “Pramuka Penuh Karya, Menuju Indonesia Jaya” ini menjadi momentum penting bagi TNI untuk mempertegas kiprahnya dalam mendukung pembinaan generasi muda yang berkarakter, berdisiplin, dan berjiwa nasionalis.
“Peran Saka Nasional ini bukan sekadar ajang pertemuan, tetapi wadah strategis untuk menanamkan semangat persatuan, cinta tanah air, dan tanggung jawab kepada calon-calon pemimpin bangsa di masa depan,” ujar Brigjen TNI Hardo Sihotang.
Menurutnya, nilai-nilai kepramukaan sangat sejalan dengan semangat yang dijunjung tinggi oleh TNI, yakni disiplin, gotong royong, dan pengabdian kepada bangsa. Karena itu, Korem 133/Nani Wartabone turut mengambil bagian aktif, tidak hanya dalam hal pengamanan kegiatan, tetapi juga pembinaan melalui berbagai materi Krida Satuan Karya (Saka) yang melibatkan prajurit TNI sebagai narasumber dan pembimbing lapangan.
Selain menjaga keamanan agar kegiatan berlangsung kondusif, personel Korem 133/NW juga memberikan dukungan dalam bidang edukasi, keterampilan, serta wawasan kebangsaan. Semua itu menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan nasional berbasis karakter pemuda.
Brigjen TNI Hardo Sihotang juga memberikan apresiasi tinggi kepada Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Gorontalo atas kesiapan dan keberhasilan mereka menjadi tuan rumah yang baik bagi 1.724 peserta dari 34 kwartir daerah se-Indonesia.
“Inilah bentuk nyata kolaborasi antara Pramuka, pemerintah daerah, dan TNI dalam membangun generasi muda yang tangguh, kreatif, serta memiliki semangat bela negara,” tambahnya.
Pembukaan acara yang ditandai dengan pemukulan Polopalo, alat musik tradisional khas Gorontalo, menjadi simbol dimulainya perkemahan penuh makna dan kebersamaan tersebut. Diharapkan, setelah kegiatan ini para peserta dapat membawa pulang semangat berkarya, disiplin, dan cinta tanah air untuk diterapkan di daerah masing-masing.












