Sinergi di Tanah Tonala: TNI dan PUPR Ukir Jalan Harapan untuk Warga Desa

Sinergi di Tanah Tonala: TNI dan PUPR Ukir Jalan Harapan untuk Warga Desa (Foto: TMMD)

onetalk.co.id GORONTALO – Di tengah teriknya matahari Desa Tonala, Kecamatan Telaga Biru, derap langkah para prajurit TNI berpadu dengan langkah pasti tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gorontalo. Hari itu, Jumat (24/10/2025), mereka bahu-membahu mengukur setiap meter pembangunan jalan rabat beton dalam rangkaian kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-126 Kodim 1315/Kabupaten Gorontalo.

Namun, apa yang mereka lakukan bukan sekadar mengukur panjang jalan. Lebih dari itu, mereka tengah mengukur masa depan—masa depan akses, mobilitas, dan harapan bagi masyarakat Desa Tonala.

Lettu Kav Rahman Haryono, Pasiter Kodim 1315/KG yang juga menjabat Ketua Koordinator Sasaran Fisik TMMD, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas dan ketepatan teknis proyek.

“Kami bersama tim Dinas PUPR melakukan pengukuran secara detail. Ini bukan hanya soal panjang, tapi juga soal kekuatan, ketahanan, dan manfaatnya bagi warga. Kami ingin hasil TMMD ini benar-benar dirasakan dalam jangka panjang,” jelasnya.

Dua perwakilan dari Dinas PUPR Kabupaten Gorontalo, Ajis Ico Jafar dan Arianto Baruadi, turut hadir memberikan pendampingan teknis. Mereka menyebut, sinergi yang terbangun antara Satgas TMMD dan PUPR merupakan bukti nyata bagaimana pembangunan bisa berjalan efektif ketika semangat gotong royong menjadi pondasinya.

“TMMD ini contoh kolaborasi lintas sektoral yang nyata. Jalan ini akan membuka keterisolasian dan menjadi urat nadi baru ekonomi Desa Tonala,” ujar Ajis.

Pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1.143 meter itu menjadi salah satu sasaran fisik utama dalam TMMD Ke-126. Jalan ini kelak bukan sekadar infrastruktur, tetapi juga simbol keterhubungan antara desa dan kesejahteraan.

Dengan jalan yang kuat dan mulus, warga Tonala akan lebih mudah membawa hasil panen ke pasar, anak-anak akan lebih cepat menuju sekolah, dan roda ekonomi desa akan berputar lebih cepat.

Kerja di lapangan mungkin penuh lumpur dan peluh, namun di balik setiap ayunan meteran dan tiang patok itu, tersimpan semangat besar membangun dari desa untuk Indonesia. ###

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *