POHUWATO – Semangat gotong royong kembali hidup di Desa Wonggarasi Tengah, Kecamatan Lemito, setelah banjir menerjang wilayah tersebut. Di tengah lumpur dan puing-puing sisa bencana, sinergi antara TNI dan warga menjadi titik terang pemulihan. Dipimpin langsung oleh Danramil 1313-03/Popayato, Lettu Inf Abdul Rasyid Edy Yusuf, kegiatan karya bakti dilakukan pada Sabtu (21/06/2025) sebagai aksi cepat tanggap atas dampak bencana yang baru saja terjadi.
Tidak sekadar operasi pembersihan, kegiatan ini menjadi simbol solidaritas dan kebersamaan dalam menghadapi musibah. Puluhan prajurit TNI dikerahkan dan bahu-membahu bersama pemerintah desa dan warga, membersihkan lumpur tebal serta sisa material yang terbawa arus. Rumah warga, jalan desa, hingga fasilitas umum kembali dirapikan agar kehidupan bisa segera normal.
“Kehadiran kami bukan hanya dalam situasi aman, tapi juga saat masyarakat dalam kesulitan. Inilah bentuk nyata pengabdian kami kepada rakyat,” tegas Lettu Inf Abdul Rasyid. Ia juga menekankan pentingnya kebersamaan dalam menghadapi dan bangkit dari bencana. Menurutnya, pemulihan fisik harus disertai pemulihan semangat.
Warga pun menyambut dengan penuh antusias. Banyak yang merasa terbantu dengan dukungan personel TNI. “Kami merasa tidak sendirian. TNI datang tidak hanya dengan tenaga, tapi juga membawa semangat dan harapan,” ujar seorang warga yang turut membantu dalam kegiatan tersebut.
Selain mempercepat proses normalisasi, aksi ini juga menjadi momen edukatif bagi masyarakat untuk tetap waspada dan tanggap bencana. Tidak menutup kemungkinan kegiatan serupa akan kembali digelar bila kondisi belum stabil. Koramil 1313-03/Popayato memastikan pihaknya terus siaga dan berkoordinasi dengan berbagai elemen lokal.
Karya bakti ini bukan hanya tentang membersihkan lumpur, melainkan juga tentang membersihkan rasa takut dan putus asa di hati masyarakat. Dengan kolaborasi dan ketulusan, Wonggarasi Tengah mulai bangkit dari genangan. (***)












