CSR BSG!!! Ada di Mana Saat Warga Gorontalo Utara Membutuhkan

Foto: Banjir

onetalk.co.id, Gorontalo Utara – Banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Gorontalo Utara menyisakan banyak persoalan, termasuk sorotan terhadap pemanfaatan Dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank SulutGo (BSG). Di tengah bencana yang menghancurkan infrastruktur dan memukul kehidupan warga, keberadaan Dana CSR BSG dipertanyakan oleh masyarakat dan pemerhati daerah.

Pertanyaan ini pertama kali mencuat dari Agus Musada, seorang pemerhati Gorontalo Utara, dalam sebuah diskusi di grup WhatsApp “Kase Bae Gorut” pada Senin (27/01/2025). “Dalam kondisi bencana seperti banjir dan longsor ini, ke mana Dana CSR BSG? Apakah ada langkah konkret yang dilakukan untuk membantu masyarakat yang terdampak?” ujarnya dengan nada kritis.

Bencana alam yang melanda Gorontalo Utara telah menelan banyak kerugian. Puluhan rumah warga rusak, lahan pertanian terendam, dan akses transportasi di beberapa wilayah terputus akibat longsor. Sementara itu, masyarakat yang terdampak bencana sangat membutuhkan bantuan berupa makanan, obat-obatan, dan tempat pengungsian. Dalam situasi darurat seperti ini, peran CSR dari perusahaan besar seperti BSG dinilai sangat penting.

Namun, hingga kini, publik belum melihat adanya tindakan signifikan dari pihak BSG melalui program CSR-nya. “Dana CSR bukan sekadar simbol tanggung jawab perusahaan. Seharusnya ada langkah nyata untuk membantu masyarakat di saat-saat kritis seperti ini,” lanjut Agus.

Sorotan terhadap BSG juga menyangkut transparansi alokasi Dana CSR mereka. Beberapa warga mempertanyakan apakah dana yang selama ini digembar-gemborkan benar-benar digunakan secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat Gorontalo Utara. “Setiap tahun kita mendengar soal CSR, tapi di mana dampaknya? Kalau memang ada, program apa saja yang sudah mereka lakukan untuk Gorut?” kata seorang peserta diskusi Amin Suleman.

Kritikan semakin tajam ketika warga membandingkan respon perusahaan lain yang langsung terjun membantu korban bencana di wilayah operasionalnya. “Seharusnya BSG bisa menjadi contoh dengan memanfaatkan CSR mereka untuk meringankan beban masyarakat. Jangan sampai CSR hanya jadi formalitas tanpa dampak nyata,” ujar Amin Suleman.

Desakan juga muncul agar pemerintah daerah berperan aktif dalam memastikan Dana CSR dari BSG digunakan secara transparan dan sesuai kebutuhan masyarakat. Pemerintah dinilai memiliki kewenangan untuk memantau dan mendorong perusahaan agar lebih bertanggung jawab dalam menyikapi krisis yang melanda.

Hingga berita ini dirilis, pihak Bank SulutGo belum memberikan tanggapan resmi terkait isu ini. Masyarakat menunggu jawaban atas pertanyaan krusial: ke mana alokasi Dana CSR BSG selama bencana ini berlangsung?

Bencana banjir dan longsor yang melanda Gorontalo Utara menjadi ujian nyata bagi semua pihak, termasuk perusahaan besar seperti BSG, untuk membuktikan tanggung jawab sosial mereka. Dalam situasi darurat, transparansi dan tindakan nyata menjadi kunci untuk membantu masyarakat yang sedang berjuang menghadapi dampak bencana. (BYP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *