Gorontalo – Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pertahanan (Kemhan RI) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat sistem pertahanan semesta melalui sosialisasi program Komponen Cadangan (Komcad) Matra Darat. Program ini bukan sekadar upaya penambahan kekuatan militer, melainkan investasi strategis dalam membentuk karakter kebangsaan dan semangat bela negara di kalangan generasi muda.
Sosialisasi Komcad untuk wilayah Kodim 1304/Gorontalo digelar pada Selasa (24/6/2025) secara virtual, dipusatkan di Makodim 1304/Gorontalo, Jalan Nani Wartabone, Kota Gorontalo. Kegiatan ini diikuti berbagai elemen strategis, mulai dari jajaran TNI, Dinas Pendidikan Kota Gorontalo dan Bone Bolango, Rektorat Universitas Negeri Gorontalo (UNG), hingga Badan Kesbangpol dari dua wilayah.
Direktur Bela Negara Kemhan RI, Brigjen TNI G. Eko Sumarto, S.Pd., M.Si., dalam pemaparannya menekankan bahwa pembentukan Komcad adalah bagian dari strategi besar pertahanan semesta yang mengikutsertakan rakyat secara sukarela. “Pembentukan Komcad adalah bentuk nyata pengelolaan sumber daya nasional demi pertahanan negara. Ini bukan program wajib, tapi panggilan hati bagi mereka yang ingin menjadi bagian dari garda terdepan bangsa,” tegasnya.
Menjawab Tantangan Zaman
Komandan Kodim 1304/Gorontalo, Kolonel Arm Asep Ridwan, S.H., Han, menyambut baik langkah Kemhan ini sebagai langkah visioner untuk memperkuat ketahanan nasional dari sisi sumber daya manusia. Menurutnya, Komcad menjadi ruang edukasi sekaligus pembinaan karakter bagi generasi muda yang kini hidup dalam era distraksi digital dan tantangan global.
“Komcad bukan tempat mencari pekerjaan. Ini panggilan mulia yang mencerminkan kesiapan membela negara. Melalui pelatihan militer sukarela, kita ingin generasi muda mengenal arti disiplin, loyalitas, dan cinta tanah air secara nyata,” kata Kolonel Asep Ridwan.
Ia menambahkan, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN), kehadiran Komcad menjadi tulang punggung dalam skema pertahanan rakyat semesta. Program ini terbuka bagi WNI berusia 18 hingga 35 tahun dengan semangat dan komitmen bela negara.
Menyasar Kalangan Pendidikan dan Pelajar
Menariknya, kehadiran instansi pendidikan dalam sosialisasi ini menjadi penanda bahwa Komcad diarahkan menyentuh kalangan akademik dan pelajar. Bagi Dinas Pendidikan dan pihak perguruan tinggi, Komcad bisa menjadi sarana pendidikan karakter nonformal yang relevan di tengah krisis identitas nasional dan maraknya paham yang mengancam persatuan bangsa.
Dengan pendekatan yang terukur dan tanpa paksaan, Komcad bukan sekadar program militer, tetapi juga medium untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan secara praktis dan aplikatif. Semangat inilah yang ingin dikuatkan oleh Kemhan—menjadikan setiap warga negara sebagai subjek aktif pertahanan, bukan hanya objek perlindungan. (***)












