LUWU TIMUR – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) I Lagaligo Wotu selama ini kerap disebut sebagai salah satu rumah sakit kebanggaan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur. Berbagai pembangunan fasilitas dan peningkatan pelayanan kesehatan terus dipromosikan kepada masyarakat.
Namun, gambaran tersebut tampaknya belum sepenuhnya dirasakan oleh sebagian pasien.
Pada Sabtu (10/10/2026), sejumlah pasien dan keluarga pasien yang mengantre di Apotek Poli Saraf mengaku kecewa terhadap sistem pelayanan penyerahan obat. Mereka menilai terdapat kejanggalan pada sistem antrean elektronik yang ditampilkan melalui layar monitor.
Berdasarkan pantauan dan keterangan beberapa keluarga pasien, nomor antrean yang sedang berjalan diduga tiba-tiba melompat. Dari semula berada di kisaran nomor 10, layar antrean mendadak berubah ke nomor 20 tanpa penjelasan kepada pasien yang masih menunggu.
Kondisi tersebut memicu tanda tanya sekaligus kekecewaan dari para pengunjung rumah sakit. Sejumlah pasien merasa telah menunggu cukup lama sesuai urutan, namun justru melihat pasien yang baru datang dipanggil lebih dahulu.
Salah seorang keluarga pasien yang meminta namanya disamarkan, sebut saja Jumiati, mengaku telah memperhatikan proses pemanggilan nomor antrean sejak awal.
“Dari tadi saya perhatikan layar monitor. Nomor yang dipanggil masih sesuai urutan. Tetapi saat giliran saya hampir tiba, tiba-tiba layar dimatikan sebentar lalu setelah menyala lagi langsung lompat ke nomor 20. Saya heran karena masih banyak nomor sebelumnya yang belum dipanggil,” ujarnya.
Menurut Jumiati, kejadian tersebut menimbulkan persepsi buruk di tengah masyarakat karena proses pelayanan dinilai tidak transparan.
“Kami jadi bertanya-tanya, apakah memang sistemnya seperti itu atau ada kesalahan pada pelayanan. Yang kami lihat justru orang yang datang belakangan dipanggil lebih dulu. Kalau memang ada alasan teknis, seharusnya dijelaskan kepada pasien supaya tidak menimbulkan kecurigaan,” katanya.
Keluhan serupa juga disampaikan keluarga pasien lainnya. Mereka mengaku kecewa karena merasa tidak mendapatkan kepastian mengenai mekanisme antrean obat di apotek rumah sakit.
Sebagian masyarakat bahkan mempertanyakan konsistensi kualitas pelayanan yang selama ini sering dipublikasikan pemerintah daerah.
Mereka berharap pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan, tidak hanya terlihat baik dalam laporan maupun publikasi, tetapi benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan pelayanan.
Para keluarga pasien meminta Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, khususnya Bupati Irwan Bachri Syam, bersama Dinas Kesehatan untuk melakukan evaluasi terhadap sistem pelayanan di RSUD I Lagaligo Wotu apabila memang ditemukan adanya kelemahan dalam mekanisme antrean.
“Kami tidak ingin mencari masalah. Kami hanya ingin pelayanan yang adil. Jangan sampai masyarakat harus ribut dulu baru ada pembenahan. Kasihan pasien yang sedang sakit, mereka datang untuk berobat, bukan untuk menambah beban pikiran karena antrean yang tidak jelas,” ungkap salah seorang keluarga pasien.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui apakah loncatan nomor antrean tersebut disebabkan gangguan teknis pada sistem elektronik, adanya pasien prioritas berdasarkan kondisi medis, atau mekanisme pelayanan internal lainnya.
Redaksi masih berupaya mengonfirmasi pihak manajemen RSUD I Lagaligo Wotu, termasuk bagian pelayanan dan instalasi farmasi, guna memperoleh penjelasan resmi terkait dugaan loncatan nomor antrean yang dikeluhkan para pasien.
Apabila pihak rumah sakit memberikan klarifikasi, penjelasan tersebut akan dimuat sebagai bagian dari prinsip pemberitaan yang berimbang. (Rls/Wadi)













