GORONTALO – Di tengah derasnya arus globalisasi dan tantangan era digital, pendidikan karakter kebangsaan menjadi fondasi penting bagi generasi muda. Hal inilah yang tampak di SMA Negeri 1 Telaga Biru, Senin (13/10/2025), saat ratusan siswa mengikuti penyuluhan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara bersama Komandan Kodim (Dandim) 1315/Kabupaten Gorontalo, Letkol Arh Roma Laksana Yudha, S.A.P., M.Sos., M.Han.
Kegiatan edukatif ini merupakan bagian dari Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126, yang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik di Desa Tonala, tetapi juga pembangunan karakter generasi muda — pondasi utama menuju Indonesia Emas 2045.
Belajar Cinta Tanah Air dengan Cara yang Menyenangkan
Sekitar 400 siswa memenuhi lapangan upacara sekolah yang disulap menjadi ruang belajar terbuka. Suasana penuh semangat, terlebih ketika Letkol Roma menyampaikan materi dengan gaya komunikatif, diselingi humor dan sesi tanya jawab interaktif.
Bagi siswa yang berani tampil dan menjawab pertanyaan, disediakan doorprize edukatif, membuat kegiatan semakin hidup dan bermakna.
Dalam materinya, Letkol Roma menjelaskan bahwa Wawasan Kebangsaan adalah cara pandang bangsa terhadap diri dan lingkungannya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Ia menekankan pentingnya memahami Empat Pilar Kebangsaan:
Pancasila
UUD 1945
NKRI
Bhinneka Tunggal Ika
“Empat pilar ini ibarat tiang penyangga rumah besar Indonesia. Kalau satu saja roboh, goyahlah seluruh bangsa,” tegasnya.
Bela Negara di Era Digital
Menariknya, Dandim juga mengaitkan nilai bela negara dengan tantangan zaman. Ia menegaskan bahwa cinta tanah air tidak cukup hanya diucapkan, tapi diwujudkan melalui tindakan nyata—disiplin di sekolah, menghormati guru, menjaga lingkungan, dan berbuat jujur.
“Bela negara bukan hanya dengan mengangkat senjata, tapi juga dengan menjaga nama baik bangsa, menolak hoaks, dan berbuat jujur dalam hal kecil,” ujarnya.
Letkol Roma mengingatkan bahwa musuh masa kini bukan lagi penjajahan fisik, melainkan perang informasi dan degradasi moral. Generasi muda harus memiliki literasi digital yang kuat agar tidak mudah terjebak disinformasi atau ujaran kebencian.
“Sekarang musuh kita bukan lagi datang membawa senjata, tapi membawa berita palsu dan kebencian. Jempolmu bisa jadi senjata — gunakan untuk menyebar kebaikan, bukan kebencian,” pesannya disambut tepuk tangan meriah para siswa.
Membangun Karakter Menuju Indonesia Emas
Sebagai penutup, Letkol Roma menekankan lima nilai utama yang harus dimiliki generasi muda Indonesia untuk menapaki masa depan bangsa:
Beradab – menghormati guru, orang tua, dan sesama.
Sehat – menjaga jasmani, pikiran, dan moral dari pengaruh negatif.
Jujur – membangun kepercayaan dan integritas.
Disiplin – konsisten antara kata dan tindakan.
Tangguh – kuat menghadapi tantangan, pantang menyerah.
“Generasi muda hari ini adalah penentu arah bangsa esok hari. Dengan karakter yang kuat dan wawasan kebangsaan yang kokoh, kita bisa menjaga Indonesia tetap teguh di tengah arus perubahan,” tutupnya.
Kegiatan ini bukan sekadar penyuluhan, melainkan proses edukatif membangun karakter kebangsaan sejak dini. Melalui TMMD, TNI tidak hanya hadir membangun jalan dan jembatan, tetapi juga membangun jiwa dan semangat generasi penerus bangsa. ###












